Jumat, 12 Oktober 2018

Teruntuk Pemimpinku yang baru

Kita tahu, negeri ini adalah negeri yang besar dan kaya raya alamnya. Negeri Dwipa leluhur kami menyebutnya.

Pada abad ke-16 sampai abad 17, negeri ini sudah mulai dikuasai oleh orang-orang Belanda. Mereka mengeksploitasi kekayaan alam kami, mengeksploitasi juga nenek moyang kami, mereka menindas nenek moyang kami dan juga mengina dan mencacimaki nenek moyang kami. Pada abad ini merupakan abad kegelapan bagi nenek moyang kami, dan abad yang cerah bagi mereka. Kaum imperialis.

Tak lama kemudian, lahirlah seorang pemimpin di negeri ini, dia mencerahkan negeri kami dan juga menjadi awal yang cerah bagi kegelapan negeri kami. Dialah putra sang fajar, bapak revolusioner bagi kami, dan kami akrab menyapanya dengan sebutan "Bung Karno".

Dia mencerahkan negeri ini dengan gagasan-gagasannya.
Dia menguatkan orang-orang negeri ini dengan semangatnya.
Dia pula yang menghentikan pendindasan-penindasan di negeri ini dengan keberaniannya.
Hingga akhirnya meredekalah bangsa Indonesia ini.

Namun, kita juga perlu tahu, kemerdekaan negeri ini tidaklah diperoleh dari seorang bung karno saja. Melainkan kemerdekaan negeri ini adalah hasil berjuang bersama, dengan tujuan dan semangat yang sama.

Bung karno pun yakin, memperjuangkan suatu negeri yg besar dan bercita-cita untuk memerdekakannya, akan hanya jadi mimpi, ketika perjuangan itu tidak dilakukan dengan bersama-sama dan juga tidak dalam satu tujuan yang sama.

Begitupun organisasi kita sahabat-sahabat, organisasi kebanggaan kita. Tidak akan menjadi organisasi yang berkembang, tumbuh besar. Bila hanya  satu orang yang berjuang.  Untuk membangun organisasi yang besar perlu kekuatan yang besar, perlu kerja samaan dengan tujuan dan semangat juang yg sama, untuk memperoleh hasil yang sama.

Maka, oleh sebab itu, ingin saya menyampaikan kepada sahabat-sahabat. Kita sudah mempunyai pemimpin baru dengan semangat yang baru, pemikiran dan ide-ide baru, serta cita-cita yang baru untuk membesarkan organisasi tercinta kita ini.

Suatu kewajiban bagi kita, untuk patuh terhadapnya, untuk selalu menghormatinya, meyakini gagasan-gagasannya, menyemangatkannya, dan terus selalu mendukung apa-apa yang menjadi cita-citanya, dengan bukti, kita harus berjuang bersama-sama mereka. Pemimpin baru kita.

Saya yakin seyakin yakinnya, bahwa, kedua pemimpin baru kita ini adalah awal kejayaan organisasi kita. Dialah yang akan membawa organisasi kita pada hakekat kejayaan yang sesungguhnya. Percayalah!!!. 

Salam pergerakan!!
Ahmad rizal
Kamis 11 oktober, 2018
Gentong-Taman Krocok-Bondowoso.

Negeri Dwipa titipan nenek moyang kita

Ternyata Negeri dan kepulauan kami begitu besar, banyak binatang prasejarah ditemukan dikepulauan kami. Bahkan, para arkeolog pun menduga bahwa manusia telah mendiami pulau jawa lebih dari setengah juta tahun lalu. Bukan hanya itu, kebudayaan kami juga tergolong kebudayaan purba. Dalam kitab ramayana, di dalamnya disebut "Negeri Dwipa" yang memiliki arti pulau emas, negeri Dwipa yang memiliki tujuh kerjaan besar pada kala itu. Dwipa adalah nama negeri yang terdapat dalam perpustakaan klasik hindu dua ribu lima ratus tahun yang lalu.

Saya beranggapan bahwa begitu besar kepulauan kami, negeri Dwipa.  Bukan hanya besar pulaunya, namun juga besar dan makmur kerjaannya. Abad 14 Kerjaan Majapahit menjadi kerjaan termashur seantero dunia. Selain pulau dan kerjaannya yang besar, patut kita diakui bahwa negeri kami, adalah negeri yang melimpah kekayaannya, negeri yang subur. Dan bahkan dalam gulungan surat perkamen yang dimuliakan oleh tiongkok, negeri kami menjadi sumber ilmu bagi seluruh dunia beradab. Negeri yang dianggap sebagai asal kebudayaan Asia. Itu semua adalah cerita nenek moyang kita dulu, hanya cerita.

Pada abad 16 lah,  kepulauan jawa, dan maluku pada abad ke 17, mulai diduduki oleh orang-orang Belanda dan lambat laun menguasai pulau-pulau kami. Itu lah awal sejarah menyedihkan, awal sejarah memilukan, dimana hujan darah mulai sedikit demi sedikit menjatuhi kepulauan kami. Sehingga pada tahun 1906 bali juga dikuasai oleh mereka.

Orang asing itu mengeruk kekayaan kami, menangkis kepribadian kami, dan menindas putra-putri bangsa yang besar, yang telah banyak menciptakan karya ; melukis, memahat, mengarang musik, dan menciptakan tari selama berabad-abad. Dari situlah kami tidak dikenal lagi oleh dunia luar, kami sudah tidak semashur dulu. Hanya mereka pemeras-pemaras dari barat yang mencari harta di hindia, yang mengenal kami.

Imperialisme benar-benar dahsyat. Orang laki-laki direnggut dari rumahnya dan dipaksa untuk menjadi budak di pulau-pulau seberang, yang kekurang tenaga manusia. Bukan hanya itu, kaum perpuan juga dipaksa menjadi pekerja kebun nila dan mereka dipaksa harus terus bekerja keras. Begitu kejam mereka pada orang-orang dikepulaan kami dulu dan betapa tersiksanya orang-orang negeri kami. Tentu luar biasa tersiksanya.

Negeri tempe berarti negeri yang lemah,seperti itulah kami jadinya. Mereka terus menerus mengatakan kami sebagai bangsa yang memiliki otak kapas. Pengecut, takut duduk juga berdiri. Karena apa pun yang orang-orang kami dulu lakukan, selalu salah bagi mereka. Orang-orang kami juga hanya dapat berbicara pelan " ya, tuan" begitu saja, sehingga dalam bukunya Cindy Adams terdapat kalimat begini " Kami menjadi orang-orang yang lembek seperti agar-agar dengan nyali yang kecil. Kami seperti katak dan lembut seperti kapuk."

Itu lah cerita nenek moyang kami dulu. Sehingga mereka tetap terus dan terus selalu berjuang mengambil hak-hak mereka; kekayaan mereka, budaya mereka, dan kebahagian anak cucu mereka. Sampai akhirnya mereka berhasil melawan dan mungusir mereka, orang-orang belanda itu. Dan akhirnya mereka kembali membangun, merawat, dan memerdekakan bangsa ini. Begitu besar pengorbanan mereka untuk bangsa ini.

Dari semua yang saya tulis ini. Sebenarnya banyak manfaat yang bisa kita ambil, betapa kerasnya penderitaan dan pengorbanan nenek moyang kita. Dan juga sebenarnya ada sesuatu yang ingin saya sampaikan kepada para pembaca yang membaca tulisan saya ini. Bahwa:

" Negeri kami adalah Negeri yang besar. Terus jaga dan rawatlah, seperti mereka nenek moyang kita yang mencintai negeri ini, menjaga dan merawat Negeri ini. Dengan begitu, sejarah kelam itu tidak akan terjadi lagi, jika kita sebagai penerus bangsa mencintai negeri ini."

Tulisan ini bersumber dari : Buku  "Bung Karno, penyambung lidah rakyat Indonesia". Karangan Cindy Adams.

Desa Gentong, Taman Krocok, Bondowoso.
Selasa, 09 oktober 2018


Minggu, 07 Oktober 2018

Kebijaksanaan Badut Athena

Socrates membawa era baru, ia berbeda dengan filosof-filosof sebelumnya, jika filosof-filosof sebelumnya mengkaji tentang terbentuknya alam dan jagad raya. Maka, Socrates lebih mengkaji tentang perilaku atau tindakan manusia. Maka alangkah baiknya sebelum kita mengupas bagaimana pemikiran dan arah berfikir socrates, layaknya kita harus mengetahui siapa socrates itu??

Jadi, sekitar tahun 450 S.M Yunani menjadi pusat kebudayaan. Sejak masa ini, filsafat mengambil suatu era baru. Dimana para filsof alam memusatkan perhatiannya pada hakikat dunia fisik semata. Dan menjadi sentral dalam sejarah sains ( Dikutip dari buku:Dunia sophie). kemudian demokrasi berkembang dengan adanya majelis-majelis rakyat dan pengadilan hukum, sehingga menuntut warga-warga Athena perlu mengemban pendidikan yang serius. Selain dari hal itu yang terpenting bagi rakyat Athena adalah menguasi seni berpidato. Maka datanglah Sekelompok guru dari kloni-kloni Yunani berkumpul di Athena, mereka mencari nafkah dengan cara mengajar para warga di Athena pada waktu itu. Mereka menamakan dirinya dengan sebutan kaum Sophis, yang berarti seseorang yang bijaksana dan berpengetahuan. Mereka (kaum sophis) memiliki permikiran kritis terhadap metologi (mitos) tradisional sama halnya dengan filosof-filosof alam. Namun pada hal yang bersamaan, mereka menolak spekulasi filsafat yang tak berguna. Mereka beranggapan bahwa, walaupun banyak jawaban dari pertanyaan yang filosofis, manusia tidak dapat mengetahui kebenaran mengenai teka-teki alam dan jagad raya. Pandangan inilah yang disebut dengan skeptisme. Dan pun mereka (kaum sophis) beranggapan bahwa, tidak ada norma yang mutlak, karena bagi mereka kita tidak bisa menentukan apa yang disebut benar dan apa yang disebut salah.

Kemudian pada tahun (470-399 S.M) Socrates lahir kedunia, dia mencerahkan dunia. Walaupun pada akhir hayatnya dia mati mengenaskan, dikarenakan dia memperkenalkan dewa-dewa baru kepada rakyat Athena dan dihukum serta diperintah untuk meminum racun cemara.

Jika kaum Sophis tadi bersifat skeptis terhadap spekulasi filsafat. Namun tidak bagi socrates, ia menyukai cara berfikir yang filosofis, dalam artian mencintai kebijaksanaan. Karena itulah socrates yang buruk rupa itu dan banyak yang mengatakan bahwa dia adalah badut Athena, dengan hidungnya yang besar, mata yang agak keluar dan perut yang buncit. Walaupun keadaan fisiknya bagitu, dia selalu tetap saja merasa bahagia.

Dia memiliki seni berdiskusi atau bisa kita sebut dengan Dealektika Socrates. Dia tidak pernah memposisikan dirinya sebagai orang yang paling mengetahui segalanya. Namun, sebaliknya dia selalu memposisikan dirinya sebagai orang yang tidak tahu apa-apa. Karena baginya, orang yang bijaksana adalah orang yang mengetahui bahwa dirinya tidak tahu. Dari dealektikanya itu, ia mencoba menanyakan sesuatu yang tidak dipahaminya kepada seseorang yang setiap ia temui, sampai-sampai seseorang itu tidak dapat menjawab pertanyaannya. Dan sering kali ia melontarkan pertanyaan yang menyebalkan, sehingga lawan bicaranya mengakui kesalahan dari argumennya. Dan disitulah sebenarnya letak dealektika Socrates, dia mencoba membuka akal sehat seseorang untuk mengetahi suatu kebenaran.

Dalam buku Dunia Sophie, Jostien Gaarder mengibaratkan Socrates sebagai bidan yang membantu "melahirkan" wawasan yang benar. Karena bagi (Socrates), pemahaman tidak timbul dari diri orang lain, melainkan dari dirinya sendiri, dengan pemahanan yang seperti itu niscaya akan menuntun pada jalan yang benar. Baginya seseorang akan berbuat benar, ketika ia mengetahui tentang kebenaran itu sendiri. Disinilah dapat kita simpulkan bahwa socrates adalah seorang rasionalis.

Socrates mempercayai bahwa manusia lahir kedunia sudah membahwa potensi. Dan ia tidak mempercayai bahwa manusia lahir seperti kertas putih. Seperti halnya seorang bayi yang baru lahir, ia sudah mempunyai potensi menangis sejak ia lahir, tanpa perlu orang tuanya mengajarinya cara untuk menangis.

Itulah yang saya pahami mengenai ajaran-ajaran socrates, hal yang dapat kita ambil dari ajaran-ajarannya adalah, kita tidak boleh menganggap diri kita sebagai seseorang yang paling benar, kita harus selalu beranggapan kita tidak tahu apa-apa. Dengan begitu maka kita akan mempunyai pengetahuan yang banyak dengan berusaha mengetahui sesuatu yang tidak ketahui itu.

Joisteen Gaader mengatakan "Mengetahui bahwa kita tidak tahu, merupakan pengetahuan juga."

Kademangan, Bondowoso.
Sabtu, 06 Oktober, 2018

Sabtu, 18 Agustus 2018

Aku masih mengingatmu

Sampai hari ini,  aku masih mengingatmu,masih mengingat kenangan-kenangan indah kita dulu. Wajahmu masih saja tak henti-hentinya menghantui fikiranku. Jujur aku tidak bisa melupakanmu. Bagiku melupakanmu adalah pekerjaan paling menyulitkan dan menyakitkan.

Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan untuk terbebas dari masa lalu ini, aku sudah tidak tahan berlama-lama di hantui masa lalu. Fikiranku menjadi tak karuan saat aku ingat tingkah lakumu, saat aku ingat perhatianmu yang kau berikan padaku waktu kita masih menjalin hubungan dulu; mengingatkan aku makan, melarangku tidak bolos kuliah, dan hal-hal lain yang merugikanku. Sungguh aku tak kuat dan ingin cepat lepas dari masa lalu ini.

Kamu mungkin gampang untuk melupakan semua kenangan-kenangan saat kita bersama dulu, kamu mungkin bisa beraktivitas seperti biasanya. Namun, bagiku tidak. Keputusanmu untuk tidak bersamaku menghancurkan fikiranku, menghancurkan harapanku dan menghancurkan segalanya. Saat ini sepertinya aku tidak lagi waras atas apa yang kau lakukan padaku. Kau rusak semua rencana-rencana masa depan yang sudah kita bangun berdua. Rencana-rencana bahwa kita akan menikah jika sudah  sarjana SI. Kau mengahcurkan rencana itu.

Seharusnya kita masih bisa bersama. Namun entah kenapa? Kau memilih untuk menyudahi hubungan ini. Padahal Aku yakin Kita bisa selesaikan masalah-masalah kita dengan fikiran yang tenang. Aku tahu, kau bosan denganku perihal aku jarang menghubungimu, tidak ada waktu untuk menemanimu. Namun kau juga harus paham, aku sedang sibuk dengan organisasiku, aku sedang sibuk dengan pekerjaanku; membaca buku, belajar menulis dan diskusi bersama teman-temanku.

Harus kau tahu, aku bukan lebih memilih pekerjaanku dari pada memilihmu, namun kamu harus tahu, aku lakukan itu demi masa depanku dan masa kita. Jika aku sukses kelak, maka kita akan gampang mengarungi kehidupan jika ksudah berkeluarga nanti.

Aku sibuk dengan pekerjaanku bukan hanya untukku sendiri tapi untukmu juga. Kau harusnya memahami itu. Namun sudah lah, perihal kamu memutuskan hubungan ini, mungkin sudah menjadi pilihan terbaikmu. Aku tidak bisa melarang kemauanmu. Karena apa yang kamu pilih adalah sesuatu yang mungkin sudah terbaik untukmu. Walaupun bagitu tidak.

Dengan semua yang tengah menimpaku dan kita, aku hanya bisa berharap, semoga kau menemukan seseorang yang memahamimu, memahami kenginanmu dan memahami semua yang kau mau. Menemanimu dikala kamu kesepian, dan menjagamu kemana pun kamu pergi. Dan lebih-lebih bisa membahagiakanmu sampai akhir hidupmu.

Terimakasih atas semua kenangan-kenangan indah yang kau berikan padaku. Terimakasih untuk semua yang telah kau berikan. Dan maaf jika aku masih mengingatmu, masih mencintaimu dan masih menaru nama dalam hatiku. Walaupun semua itu dibungkus dengan yang namanya "masa lalu" yang memilukan.

Ahmad Rizal
Minggu, 19 agustus, 2018. Grujugan, Bondowoso

Selasa, 14 Agustus 2018

Perasaan yang belum sempat dinyatakan


Kita sudah lama saling kenal. Sering bercandatawa, saling bercerita banyak hal; tentangmu dan tentangku, Bahkan kau sudah mengenal sifatku, makanan kesukaanku dan warna favoritku, begitu pun aku mengenalmu sama seperti kau mengenalku. kalau boleh jujur, aku sudah jatuh hati padamu waktu itu. Namun, kebodohanku adalah tidak menyatakan secara cepat padamu perihal perasaanku. Dan kini kau telah pergi menjauh, kau pergi dengan kekasih barumu. Bukan tanpa sebab itu terjadi, melaikan itu adalah kesalahanku dimana waktu itu aku yang terlalu lama menyatakan perihal perasaanku padamu.

Kekasih baru itu adalah temanku sendiri yang waktu itu aku kenalkan denganmu. Kau masih ingat kan kejadian waktu kau dikanalkan dengannya??? Semoga kau masih ingat. Semenjak kau kenal dengannya kau pun sudah jarang menghubungiku. Mungkin kau sudah melupakanku, melupakan makanan kesukaanku, melupakan warna favoritku, dan mungkin melupakan segalanya tentangku. Karena mungkin bagimu mengingat seseorang yang bukan kamu cintai adalah hal yang tidak menyenangkan. Ahh sudah lah!! itu hanyalah cerita masa laluku, yang tak perlu aku ingat kembali agar tak menjadi benalu dan membuat pilu dalam kehidupanku.

Aku harus bisa bangkit berdiri, mencari jati diri lagi, menemukan kekasih lagi dan harus mulai berlari-lari sambil menari-nari dari kepedihan yang amat perih  agar kepedihan dan kesedihan yang sudah aku alami cepat tersudahi dan cepat kembali pulih seperti dulu lagi.

Ahmad Rizal
Kademangan, Bondowoso, selasa 14 agustus 2018.

Jumat, 20 Juli 2018

" Kita tidak perlu menjadi tukang sulap "

Pesulap atau tukang sulap, semua orang pasti mengetahui kalimat ini, dan bukan sesuatu yang asing bagi mereka. Pesulap atau tukang sulap adalah salah satu profesi yang menganehkan, tapi lumayan menyenangkan. Karena setiap pesulap ketika ia tampil dipanggung, selalu saja ia membuat orang-orang kebingungan. Kenapa?? Karena Ia kadang kala membuat sesuatu yang ada menjadi tiada dan menjadikan yang tiada menjadi ada. Bukan kah itu sangat mengherankan dan membingungkan?? Trik-trik sulapnya selalu membuat kita terpesona dan terdiam tanpa gerak. Ya pesulap memang hebat dalam persoalan sulap menyulap.

Disini saya tidak akan membahas lebih dalam terkait pesulap tadi, terkait trik-triknya yang membuat sesuatu ada menjadi tiada, dan sebaliknya. karena itu hanya akan membuat dunia menjadi rame. Namun, disini saya akan membahas terkait apa yang disebut ada dan tidak ada. Ini tentu membuat  njlumet bagi saya pribadi untuk menjelaskannya. Namun saya akan membahas perihal "ada"nya eksistensi dan "tidak ada"nya eksistensi. Bukan membahas ada dan tidak ada secara universal. Namun secara khusus.

Berbicara eksistensi, menurut KBBI adalah "keberadaan". Keber-ada-an yang awal mula kalimatnya adalah "ada"  ketambahan keber dan an, menjadi keberadaan. Apa sih ada itu?? Apakah ada adalah sesuatu yang nampak? Ada tidak dapat diukur dengan sesuatu yang nampak. Karena hakikat ada adalah sesuatu yang ada dialam idea. Kata plato tokoh filsafat aliran idealisme waktu itu. Namun berbeda dengan tokoh-tokoh filsafat aliran empirisme, tokoh-tokoh empirisme meyakini bahwa yang disebut ada adalah sesuatu yang dapat di ukur dengan melalui panca idra. Membingungkan bukan? Kita pun mungkin tidak bisa menyalahkan dari kedua teori yang berbeda itu, cukup kita pahami dan membenarkannya saja.

Fokus kepada eksistensi, menarik rasanya kita membahas eksistensi yang terobjek kepada manusia dalam kajian ini, ya eksistensi manusia. 

"Manusia menjadi manusia jika berada di antara manusia " kata Emmanuel Kant.

Manusia sejatinya adalah makhluk sosial bukan makhluk individu yang mampu berdiri sendiri dan selalu berada dalam kesendirian. Teks suci selalu menyarakan kita agar saling mengenal satu sama lain.

kita adalah makhluk sosial, yang kapan pun dan dimana pun membutuhkan yang lainnya. Namun herannya, sebagian manusia terkadang terlalu berisifat ekslusif (menganggap dirinya sebagai satu-satunya yang paling benar dan yang lain adalah salah) tidak menganggap yang seharusnya ada adalah sesuatu yang benar-benar ada (mentiadakan yang ada), bukankah mentiadakan yang seharusnya ada merupakan kewenangan tuhan? dan kita (manusia), tidak berhak untuk mentiadakan yang seharusnya ada dan mengadakan yang seharusnya tiada, sangat tidak berhak. perihal persoalan kemanusiaan.

Manusia terkadang terlalu egosentrik dalam bertindak, sehingga tidak heran terkadang adanya tidak dianggap ada oleh yang lainnya, dikarenakan ia selalu berisikukuh dengan pendapatnya sendiri, dan tidak mau dengan pendapat orang lain.

Nafsu manusia yang teramat besar mengahancurkan eksistensinya semestinya berada menjadi tak berada. Padahal eksistensi dirinya akan ada melalui lingkungan, ya lingkunganlah yang sejatinya membuat atau membentuk eksistensinya menjadi ada. kata salah satu aliran filsafat eksistensialisme. Jika kita tidak di anggap ada oleh yang lainnya, maka sepatutnya kita bertanya dengan diri kita sendiri. menganggap ada kah kita dengan manusia yang semestinya memang ada ?? Karena eksistensi kita akan ada dan terbentuk melalui lingkungkungan sosial yang ada.

Paradoks yang berkembang saat ini terkadang terlalu menyeleweng dari yang sebenarnya tidak boleh diselewengkan, sifat sombong, angkuh, tidak mau menerima perbedaan, dan terlalu menganggap diri kita lah  yang paling hebat dan benar adalah salah satu indikator yang membuat eksistensi kita tiada. maka jika ia menginginkan diri kita dianggap sebagai manusia, maka manusiakanlah yang memang manusia dan jangan memanusiakan yang sejatinya bukanlah manusia. Kita tidak perlu menjadi tukang sulap dan menyulap perihal eksistensi manusiaan. Karena hal begituan hanya akan mempersulit kita bukan??? Bukan kah kita butuh keluarga, sahabat, dan teman, agar kita di kenal dan di anggapnya ada??

Ahmad Rizal, 21 juli, 2018.
Gentong, taman krocok, bonndowoso

Sabtu, 14 Juli 2018

Buah yang jatuh

Pagi itu, sekitar jam 6, aku terjaga dari tidur pulasku, akupun langsung beranjak turun dari tempat tidurku untuk menuju kedepan halaman rumahku. Ya pagi itu, pagi yang dipenuhi tetesan embun, tiupan angin, suara burung, dan suara ayam, yang mulai meramaikan pagiku.

Perasaanku dipagi itu, antara rasa senang dan rasa dingin yang tak bisa ku pungkiri dan ku ingkari. Pertama rasa Senang. Senang, karena aku dapat melihat indahnya suasana pagi kala itu. Pagi dengan matahari yang diam-diam mengintipku dari ufuk timur. Ia mengintip bebarengan dengan sinarnya yang menghangatkan pagiku yang dingin. Dan kedua adalah Rasa dingin. Ya, pagi itu memang sangat dingin, sebab tetesan embun dan tiupan angin kencang rasanya mengajak aku bermain dan mereka pun mulai menempel pada kulitku yang tipis. Dinginnya pagi itu, Huhhhh.

Dengan keadaanku yang sedang duduk sambil memperlihatkan bahuku pada sinar matahari, yang menginginkan kehangatan darinya. Tiba-tiba tak sengaja aku melihat buah yang jatuh dari pohonnya, entah memang waktunya untuk terlepas dari pohonnya dan jatuh, atau sebab angin pada pagi yang amat kencang dan lancang menggoda buah iru agar terjatuh dari pohonnya?? Aku tidak tahu. Tapi aku yakin, sebab terjatuhnya buah itu tidak lain karena godaan angin kencang dan lancang itu, karena buah yang jatuh, bukan buah yang memang sudah seharusnya waktunya jatuh, melainkan beberapa buah yang belum saatnya untuk terlepas dari pohonnya dan belum saatnya untuk jatuh dari pohonnya. Ya buah itu jatuh sebelum waktunya.

Aku pun menghampiri buah-buahan yang berjatuhan itu, kulihat ada lima buah yang jatuh pada saat itu, dua buah yang masih mentah dan tiga diantaranya matang dengan warna merah yang sempurnah. Maksud hati ingin mengambil semua tiga buah yang matangnya sempurnah. Tapi aku tidak boleh mengambil semuanya, aku hanya boleh memilih dan mengambil satu buah dari tiga buah dengan warna dan matang yang sempurnah. Karena dulu ayahku pernah berpesan bagini padaku.

" Nak, dalam berkehidupan, kau harus bijak dalam persoalan memilih, Karena persoalan memilih bukan hal yang gampang, namun hal yang sulit, lebih sulit dari, pelajaran dan permainan TTS. Karena perihal memilih sesuatu apapun itu, harus melibatkan hati.  kau harus menentukan satu pilihan dan memutuskannya, tidak boleh dua, tiga ataupun lebih anakku. karena terlalu banyak memilih dan terlalu banyak pilihan adalah kreteria orang yang serakah jika ia tidak mampu adil. Maka jangan terlalu banyak memilih nak, pilihlah satu dari yang kau sukai. Karena kau manusia biasa, ditakutkan kau tak akan mampu mengadilkan semua yg kau pilih. berlakulah yang adil. hatimu hanya ada satu, maka kau hanya boleh memilih satu. Ingat nak, perihal memilih jangan libatkan nafsumu!, tapi hatimu itu lho nak, paham nak??"

Mengingat pesan ayahku, rasanya aku sulit menjatuhkan pilihan dari tiga buah dengan matang yang sempurnah, dan bagiku tiga buah itu, sama nilainya, sama warnanya, sama rasanya, pun sama besarnya. Aku tak dapat memilih. aku kebingungan. fikiranku kacau, karena tak dapat menentukan dan memutuskan pilihan. Tak dapat memilih dan mengambil satupun dari sekian tiga buah itu. Aku terlalu lama berfikir, terlalu lama terdiam, di tempat dimana buah itu jatuh.

Anak-anak kecil disekitar rumahku sudah mulai keluar rumah untuk bermain. mereka menghampiriku yang sedang termenung, bingung seperti orang bodoh. Dan akhirnya mereka pun juga melihat buah yang jatuh dengan matang yang sempurnah, dan dengan cepat mulai mengambilnya. Mereka mengambil semua buah itu.

Pupus sudah harapanku untuk mendapatkan buah itu, akhirnya yang kudapati hanyalah dua bauh yang mentah dan rasa galau, menyesal, dan kesal yang bercampur aduk. karena tak dapat memutuskan pilihan. Dan membiarkan pilihannya jatuh ketangan orang lain.

Simpulku, orang dewasa terlalu banyak angan-angan, terlalu takut dan terlalu berhati-hati dalam persoalan memilih. Gara-gara ketakutan dan kehati-hatianya, menyebabkan ia (orang dewasa) tak mampu memilih sesuatu yang ingin ia pilih, yang pada akhirnya ia tak mendapatkan pilihan dari sesuatu yang diperhatikannya dan diimpikannya menjadi yang terpilih.

Bagiku anak kecil itu lebih berani. Lebih berani dan bahkan lebih bijak dariku, karena anak kecil, berani dan bisa mengambil keputusan. Pun lebih berani mengambil resiko dari keputusan yang telah dipilihannya. Entah apapun resikonya. Karena mungkin baginya " Tugas kita adalah memilih, memilih adalah memilih, urusan salah dan benar itu tak penting, itu urusan belakangan, yang terpenting adalah mampu melaksanakan tugas memilih dan menentukannya."

Ahmad Rizal, tenggarang, 15 juli, 2018