Sabtu, 18 Agustus 2018

Aku masih mengingatmu

Sampai hari ini,  aku masih mengingatmu,masih mengingat kenangan-kenangan indah kita dulu. Wajahmu masih saja tak henti-hentinya menghantui fikiranku. Jujur aku tidak bisa melupakanmu. Bagiku melupakanmu adalah pekerjaan paling menyulitkan dan menyakitkan.

Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan untuk terbebas dari masa lalu ini, aku sudah tidak tahan berlama-lama di hantui masa lalu. Fikiranku menjadi tak karuan saat aku ingat tingkah lakumu, saat aku ingat perhatianmu yang kau berikan padaku waktu kita masih menjalin hubungan dulu; mengingatkan aku makan, melarangku tidak bolos kuliah, dan hal-hal lain yang merugikanku. Sungguh aku tak kuat dan ingin cepat lepas dari masa lalu ini.

Kamu mungkin gampang untuk melupakan semua kenangan-kenangan saat kita bersama dulu, kamu mungkin bisa beraktivitas seperti biasanya. Namun, bagiku tidak. Keputusanmu untuk tidak bersamaku menghancurkan fikiranku, menghancurkan harapanku dan menghancurkan segalanya. Saat ini sepertinya aku tidak lagi waras atas apa yang kau lakukan padaku. Kau rusak semua rencana-rencana masa depan yang sudah kita bangun berdua. Rencana-rencana bahwa kita akan menikah jika sudah  sarjana SI. Kau mengahcurkan rencana itu.

Seharusnya kita masih bisa bersama. Namun entah kenapa? Kau memilih untuk menyudahi hubungan ini. Padahal Aku yakin Kita bisa selesaikan masalah-masalah kita dengan fikiran yang tenang. Aku tahu, kau bosan denganku perihal aku jarang menghubungimu, tidak ada waktu untuk menemanimu. Namun kau juga harus paham, aku sedang sibuk dengan organisasiku, aku sedang sibuk dengan pekerjaanku; membaca buku, belajar menulis dan diskusi bersama teman-temanku.

Harus kau tahu, aku bukan lebih memilih pekerjaanku dari pada memilihmu, namun kamu harus tahu, aku lakukan itu demi masa depanku dan masa kita. Jika aku sukses kelak, maka kita akan gampang mengarungi kehidupan jika ksudah berkeluarga nanti.

Aku sibuk dengan pekerjaanku bukan hanya untukku sendiri tapi untukmu juga. Kau harusnya memahami itu. Namun sudah lah, perihal kamu memutuskan hubungan ini, mungkin sudah menjadi pilihan terbaikmu. Aku tidak bisa melarang kemauanmu. Karena apa yang kamu pilih adalah sesuatu yang mungkin sudah terbaik untukmu. Walaupun bagitu tidak.

Dengan semua yang tengah menimpaku dan kita, aku hanya bisa berharap, semoga kau menemukan seseorang yang memahamimu, memahami kenginanmu dan memahami semua yang kau mau. Menemanimu dikala kamu kesepian, dan menjagamu kemana pun kamu pergi. Dan lebih-lebih bisa membahagiakanmu sampai akhir hidupmu.

Terimakasih atas semua kenangan-kenangan indah yang kau berikan padaku. Terimakasih untuk semua yang telah kau berikan. Dan maaf jika aku masih mengingatmu, masih mencintaimu dan masih menaru nama dalam hatiku. Walaupun semua itu dibungkus dengan yang namanya "masa lalu" yang memilukan.

Ahmad Rizal
Minggu, 19 agustus, 2018. Grujugan, Bondowoso

Tidak ada komentar:

Posting Komentar